Saturday, November 20, 2010

Jika tiba-tiba terjaga dari tidur...


Saat sedang nyenyak dibuai mimpi di atas tilam yang begitu empuk, bilik yang dingin dan kelam tanpa cahaya, anda terjaga tiba-tiba. Setelah mata terbuka, persekitaran diamati. “Belum subuh lagi ni...”, hati bermonolog sendirian. Kemudian tangan mencapai telefon bimbit melihat kam sekadar mendapatkan satu kepastian, “Oh, baru pukul 3 pagi.”

Dalam situasi seperti di atas, apa yang selalunya akan kita lakukan? Di sini anda mempunyai beberapa pilihan. Tanya iman anda dan buatlah pilihan yang bijak.

Pilihan 1

Kebanyakan kita akan menarik selimut semula dan menyambung episod kedua mimpu yang tergantung separuh jalan. Bukan itu sahaja, hati turut mengomel, “Apa pasallah aku bangun awal sangat...?” Terzahir sebuah kekesalan. Kesal bangun awal? Nauzubillah.

Pilihan 2

“Oh, baru pukul 3 pagi. Waktu macam ini doa makbul! Ya Allah, ampunkanlah dosaku dan dosa kedua ibu bapaku. Jadikan aku hamba yang mempunyai semangat juang yang tinggi, berjuang untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.” Kemudian sambung kembali ‘ibadah senyap’.

Pilihan 3

Sebaik menyedari SUDAH pukul 3 pagi (bukan BARU pukul 3), segera bangun untuk solat tahajud. Sembahlah Allah saat mata-mata lain terpejam rapat, rukuklah saat hati kisa masih tenang, sujudlah saat minda masih kosong dari sebarang urusan dunia dan berdoalah saat doa didengari Allah.

Terjaga di awal pagi adalah satu rahmat yang menyerupakan kurniaan Allah. Siapa tahu saat Allah takdirkan kita terjaga, sebenarnya Allah menunggu untuk memakbulkan sebarang permintaan malam tersebut. Daripada Abu Hurairah r.a., sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, “Allah SWT ( ‘rahmat Allah’ ) akan turun ke langit dunia setiap malam ketika sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman: ‘Sesiapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan menerima permintaannya dan sesiapa yang meminta keampunan dari-Ku maka Aku akan mengampuninya.’” (Hadis riwayat Imam Muslim)

Mulalah dari langkah pertama, berdoa sebaik terjaga. Malah, mintalah dari Allah untuk bangkitkan kita malam-malam seterusnya. Itulah caranya mengucapkan terima kasih kerana terjaga saat sedang tidur, bukan mengomel penuh kekesalan. Tetapi alangkah baiknya, andai tahajud dapat ditunaikan.
 
Sama-sama kita renung-renungkan....

--
~ 睡眠不足のママ ~
http://laman-seri.blogspot.com
 

http://little-kiosk.blogspot.com
 

Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself. – Leo Tolstoy

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Firman Allah SWT :
[7:179] Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Hadis Rasulullah SAW:
Dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah SAW., sabdanya: "Siapa yang tasbih tiga puluh tiga kali, tahmid tiga puluh tiga kali, takbir tiga puluh tiga kali, jadi jumlahnya sembilan puluh sembilan kali, kemudian dicukupkannya seratus dengan membaca: "La ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadir. Maka diampuni Allah segala kesalahannya, walaupun sebanyak buih di lautan." (Hadis riwayat Muslim)
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

No comments: